Kepadatan penduduk — bagaimana lapisan ini dibuat
Apa yang Anda lihat
Warna pada peta menunjukkan berapa banyak orang yang tinggal di setiap kilometer persegi lahan, untuk tahun 2020. Tidak ada titik yang bisa diklik. Peta ini adalah sebuah nilai di setiap sel, bukan sekumpulan tempat.
Dari mana datanya berasal
Angka-angka ini berasal dari GHS-POP, grid populasi Global Human Settlement yang diterbitkan oleh Joint Research Centre Komisi Eropa. Data ini dimodelkan, bukan diukur. GHS-POP tidak menghitung orang. Ia mengambil sensus tiap negara dan menyebarkan jumlah satu wilayah sensus ke seluruh peta secara proporsional dengan seberapa banyak bangunan tempat tinggal yang terlihat oleh citra satelit di sana. Sensus adalah satu-satunya penghitungan orang yang sesungguhnya, dan model hanya menentukan di mana dalam suatu wilayah sensus orang-orang itu berada, bukan berapa jumlahnya. Kami tidak memodelkan atau memperkirakan apa pun sendiri, dan memindahkan angka yang telah diterbitkan ke grid yang dipakai peta web menjaga total tiap negara tetap utuh.
Warna
Warna mewakili berapa banyak orang yang tinggal di satu kilometer persegi. Sebagian besar dunia yang berpenghuni memuat beberapa ratus orang atau kurang per kilometer persegi, sementara sedikit pusat kota memuat puluhan ribu, sehingga tangganya naik dengan tajam. Setiap tangga pada kunci peta kira-kira tiga kali lipat tangga di bawahnya, berjalan 10, 30, 100, 300, 1.000 dan seterusnya, sehingga sebuah distrik pedesaan yang sepi dan sebuah kota yang padat masing-masing menunjukkan detailnya sendiri. Tangga-tangga itu adalah angka tetap dan sama di mana pun, sehingga sebuah warna selalu mewakili kepadatan yang sama ke mana pun Anda melihat.
Di tempat kami tidak punya angka, di laut lepas atau di lahan yang tidak pernah dicakup model, Anda melihat peta dasar menembus lapisan ini, bukan sebuah warna. Tidak ada data berarti kami tidak punya apa-apa di sana, bukan sebuah nol yang menggantikan nilai rendah.
Anda dapat memilih antara skema hangat, magma dan sejuk di Pengaturan, dan kepadatan yang diwakili setiap tangga tidak bergeser.
Mengapa detailnya tidak sehalus tampaknya
Grid digambar secara halus, dan sebagian besar kehalusan itu datang dari bangunan, bukan dari angka populasi. Di seluruh dunia, rata-rata wilayah sensus yang memasok model mencakup lebih dari 30 kilometer persegi, sehingga di sebagian besar peta satu kota utuh punya satu angka terukur saja, yang disebar agar tampak terperinci. Negara yang menerbitkan satu total nasional digambar dengan tekstur setajam negara yang menerbitkan penghitungan lokal yang halus. Kami membangun lapisan ini hanya sehalus yang didukung angkanya, sekitar satu kilometer per sel, dan peta menghaluskannya saat Anda memperbesar, yang tidak menambahkan detail apa pun yang tidak pernah dimiliki sensus.
Tahun berapa
GHS-POP berjalan dari 1975 hingga 2030 dalam langkah lima tahun. Tahun-tahun sampai 2020 adalah perkiraan, dan 2025 serta 2030 adalah proyeksi, bukan pengukuran. Kami menampilkan 2020, perkiraan terbaru, agar lapisan tanpa tanggal memberi Anda angka yang diperoleh dari sensus dan bukan ramalan. Kendali untuk berpindah antar tahun mungkin datang nanti.
Kelemahan yang diketahui
- Lahan berpenduduk jarang nyaris tidak memberi keterangan. Sebuah uji terhadap daftar penduduk Swedia menemukan model itu mendekati kenyataan di tempat orang padat dan hampir tidak berhubungan dengannya di tempat orang jarang. Uji itu hanya menemukan sekitar seperempat dari sel pedesaan yang berpenghuni.
- Kota lebih sering keliru daripada tepat. Studi lain menemukan kira-kira tiga perempat sel perkotaan salah dinilai, dengan kawasan pusat diberi terlalu banyak orang dan kawasan permukiman padat terlalu sedikit.
- Kesalahannya tumbuh semakin dekat Anda melihat. Ketepatan yang bertahan untuk satu negara utuh menurun pada skala pemerintah daerah dan di bawahnya, dan belum ada yang menerbitkan angka untuk resolusi grid itu sendiri.
- Sensus sebuah negara bisa berumur satu dasawarsa atau lebih. Tahun-tahun berikutnya lalu menjadi pola itu yang diskalakan dengan pertumbuhan hasil pemodelan, bukan survei baru. Kami memakai GHS-POP di mana-mana alih-alih sumber nasional yang lebih baru di tempat yang memilikinya, sehingga seluruh peta dibangun dengan cara yang sama.
Sumber dan lisensi
GHS-POP R2023A, European Commission, Joint Research Centre — Schiavina, M.; Freire, S.; Carioli, A.; MacManus, K. (2023). Used under CC BY 4.0.